BOGOR, BRN — Advokat Dadan Garnida tampil berbeda dari kebanyakan pengacara. Ia tak hanya sibuk dalam upaya non litigasi, melainkan juga turun langsung ke lapangan, mendampingi masyarakat di Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, dalam menyusun peta PROBIS (Pro Bisnis) untuk pengelolaan Sungai Cikaniki.
Kegiatan bertajuk Kerja Sama dan Kolaborasi Tahun 2025 ini menjadi bagian dari penerapan tata kerja berpola PROBIS, yakni pendekatan pembangunan ekonomi berbasis kolaborasi antar-pemangku kepentingan — mulai dari pemerintah desa, masyarakat, hingga pelaku usaha lokal.
“Sungai bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga tentang ekonomi yang bisa dikelola bersama secara berkeadilan,” ujar Dadan Garnida dalam keterangannya , Sabtu (11/10/2025).
Dadan menjelaskan, konsep peta PROBIS dirancang untuk membuka peluang usaha berbasis sumber daya lokal tanpa merusak lingkungan. Melalui pendekatan ini, warga diajak mengidentifikasi potensi ekonomi di sepanjang aliran Sungai Cikaniki, seperti pertanian, wisata air, dan pengelolaan hasil alam.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa, komunitas lingkungan, akademisi, hingga kelompok usaha kecil. Mereka bersama-sama menyusun draf awal peta PROBIS Diagram Pengelolaan Sungai Cikaniki, yang akan menjadi panduan kerja sama lintas desa dan pelaku ekonomi di wilayah Leuwisadeng.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa pengelolaan sungai bisa menjadi sumber kehidupan yang produktif. Tapi harus berbasis kolaborasi dan tanggung jawab sosial,” tambah Dadan.
Selain memetakan potensi ekonomi, tim juga membahas aspek hukum dan sosial dalam pengelolaan sumber daya air. Dadan menegaskan pentingnya regulasi di tingkat desa agar kegiatan ekonomi tidak mengabaikan kelestarian lingkungan.
Draf peta PROBIS yang dihasilkan akan menjadi acuan bagi desa-desa di sekitar Sungai Cikaniki untuk menyusun rencana kerja bersama. Langkah ini sekaligus memperkuat sinergi antara advokat, warga, dan pemerintah desa dalam membangun model ekonomi berkelanjutan di tingkat tapak.
Dengan keterlibatan advokat seperti Dadan Garnida, pendekatan Pro Bisnis bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga soal keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan. ***
















