BOGORREADNEWS.com|NANGGUNG — Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, potret buram fasilitas pendidikan masih terlihat di Kabupaten Bogor. Di tengah semarak persiapan menyambut hari kemerdekaan, bangunan SDN Sukamaju 08, Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, justru berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan.
Gedung sekolah yang selama bertahun-tahun diusulkan untuk diperbaiki itu hingga kini belum tersentuh pembangunan. Bahkan, bagian plafon harus ditopang menggunakan batang bambu sebagai langkah darurat untuk mencegah material bangunan runtuh.
Kondisi tersebut bukan sekadar persoalan kenyamanan belajar. Pihak sekolah mengaku dihantui kekhawatiran keselamatan siswa dan guru setiap kali kegiatan belajar mengajar berlangsung, terutama ketika hujan turun.
Sejumlah murid bahkan disarankan untuk pulang ketika kondisi cuaca memburuk. Langkah itu terpaksa dilakukan karena pihak sekolah tidak ingin mengambil risiko terhadap keselamatan peserta didik.
Kepala SDN Sukamaju 08, Tintin, mengatakan kondisi bangunan membuat pihak sekolah terus berada dalam situasi waswas.
“Keadaannya was-was aja. Ada kekhawatiran bangunan sekolah itu seketika terjadi ambruk,” ujar Tintin, Jumat (7/8/2026).
Menurut Tintin, risiko tersebut akan menjadi persoalan serius apabila kerusakan bangunan terjadi saat proses belajar mengajar berlangsung.
“Mending kalau ambruknya malam hari. Kebayang gak coba, kalau di jam belajar terus bangunan itu ambruk mengakibatkan banyaknya korban,” katanya.
Tintin yang telah tiga tahun menjabat sebagai kepala sekolah mengatakan pihaknya tidak tinggal diam. Usulan perbaikan telah berulang kali disampaikan kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.
“Sering diajukan pembangunan hingga ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Bahkan tahun lalu diusulkan juga ke anggota Dewan, tetapi sudah bulan Agustus ini kabar baik untuk pembangunan gedung sampai hari belum ada realisasinya,” jelasnya.
Persoalan ini menjadi ironi menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Ketika pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, masih terdapat sekolah dasar yang harus menjalankan kegiatan belajar mengajar di tengah ancaman kerusakan bangunan.
Terpisah, Kepala Desa Kalongliud, Jani Nurjaman, membenarkan bahwa kondisi SDN Sukamaju 08 telah menjadi perhatian pemerintah desa. Ia mengatakan pembangunan sekolah tersebut bahkan telah masuk dalam skala prioritas melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
“Dari tahun 2024–2025 diusulan itu masuk skala prioritas namun sampai hari ini sekolah SDN Sukamaju 08 masih belum ada perbaikan,” pungkasnya.
Kondisi SDN Sukamaju 08 menyisakan pertanyaan tentang sejauh mana komitmen pemerintah dalam memastikan fasilitas pendidikan yang aman dan layak bagi anak-anak di daerah.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia semestinya tidak hanya menjadi perayaan seremonial. Keselamatan siswa di ruang kelas dan kelayakan bangunan sekolah juga merupakan bagian penting dari amanat mencerdaskan kehidupan bangsa.
Kini, perhatian tertuju kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, khususnya instansi yang berwenang menangani sarana dan prasarana pendidikan. Sebab, menunggu bangunan benar-benar ambruk sebelum bertindak bukanlah pilihan yang seharusnya diambil ketika keselamatan anak-anak sudah dipertaruhkan.***
















