Berita  

Jembatan Putus Sejak April, Akses Sekolah dan Ekonomi Warga Kampung Nagreg Pangaur Terus Lumpuh

banner 120x600

JASINGA, BOGORREADNEWS.com — Hampir enam bulan berlalu sejak banjir bandang menghantam Desa Pangaur, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor pada April lalu, jembatan beton penghubung Kampung Nagreg yang terputus hingga kini belum tersentuh perbaikan. Kerusakan yang memutus aliran Air Cipangaur itu melumpuhkan akses puluhan warga, termasuk anak sekolah dan aktivitas perekonomian sehari-hari.

Agus Apipudin, atau yang akrab disapa Adoy, Sekretaris Desa Pangaur, menyampaikan keluhan warga secara langsung di kantor desa, Rabu (7/10). Ia menegaskan, hingga kini belum ada tanda-tanda penanganan dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Kami mewakili warga sekaligus pemerintah desa ingin menanyakan: penanganan jembatan beton Kampung Nagreg sampai saat ini belum ada penanganan khusus. Belum ada aba-aba apa pun terkait perbaikannya,” ujar Adoy dengan nada cemas.

Menurutnya, kerusakan jembatan itu bukan sekadar bangunan yang hilang. Ia memutus urat nadi kehidupan warga Kampung Nagreg. Anak-anak sekolah harus memutar jalan jauh berliku dan berisiko, sementara warga yang hendak memasarkan hasil bumi maupun kebutuhan pokok kesulitan melintas. Harga angkutan naik, biaya hidup bertambah, dan mobilitas harian terhambat total.

Pemerintah desa kata Adoy, tidak diam saja. Usulan perbaikan sudah dikirimkan melalui Kecamatan Jasinga, diteruskan ke Bupati Bogor lewat Sekretaris Daerah, serta sudah dikomunikasikan dengan Dinas PUPR beserta UPT di Jasinga. Namun hingga kini tak ada tindak lanjut nyata.

“Kami memohon kepada Pemerintah Kabupaten Bogor untuk segera mempercepat pembangunan jembatan di Kampung Nagreg, Desa Pangaur. Setidaknya disiapkan jembatan sementara atau jembatan Bailey agar warga bisa melintas kembali,” tegasnya.

Banjir bandang yang melanda kawasan aliran Air Cipangaur pada April lalu bukan hanya merusak jembatan, melainkan juga menggerus kepercayaan warga terhadap respons pemerintah. Berbulan-bulan menunggu tanpa kepastian, warga mulai mempertanyakan di mana letak prioritas penanganan pascabencana.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bogor maupun Dinas PUPR terkait jadwal atau anggaran perbaikan jembatan tersebut. Warga Kampung Nagreg berharap seruan ini tidak sekadar menjadi catatan, melainkan direspons nyata sebelum musim hujan kembali memuncak. (dt/BRN)

Penulis: DausEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *