JASINGA, BOGORREADNEWS.com — Suara desakan kini datang tegas dari LSM Gerak. Hampir enam bulan berlalu sejak jembatan beton penghubung Kampung Nagreg, Desa Pangaur, Kecamatan Jasinga, hancur diterjang banjir bandang April lalu, tak ada tanda-tanda perbaikan. Pemerintah Kabupaten Bogor diminta tak menunda lagi.
Jembatan itu satu-satunya akses utama warga. Sejak runtuh, anak-anak sekolah terpaksa menempuh jalur memutar berbahaya. Hasil bumi petani sulit dijual ke pasar; harga kebutuhan naik karena biaya angkut membengkak. Roda perekonomian terhenti.

“Kami mendesak Bapak Bupati dan Wakil Bupati Bogor untuk segera merealisasikan penanganan dampak bencana banjir bandang di Kampung Nagreg ini,” ujar Sutisna Miharja, S.H., Ketua LSM Gerak (Gerakan Rakyat Anti Korupsi) Kabupaten Bogor, Rabu (7/10/2026).
“Jembatan itu sangat dibutuhkan masyarakat. Aktivitas harian tersendat, dan ini jelas menghambat laju perekonomian warga di sini,” tegasnya.
Berbulan-bulan terkatung-katung tanpa kepastian membuat warga tak sabar. Jalur pengganti yang dipakai sempit, licin saat hujan, dan rawan longsor. Untuk kebutuhan medis darurat pun perjalanan menjadi sulit dan berisiko.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum maupun pimpinan Pemkab Bogor terkait jadwal perbaikan atau alasan penundaan. Anggaran penanganan pascabencana yang dijanjikan seolah belum menyentuh wilayah ini.
Bagi LSM Gerak dan warga Pangaur, ini bukan permohonan biasa, ini tuntutan yang tak bisa ditunda. (dt/BRN).
















