CIGUDEG, BOGORREADNEWS.com — Regenerasi kepemimpinan bukan sekadar pergantian wajah. Intinya: ruang kompetisi yang sehat, gagasan yang didengar, dan kepemimpinan yang tidak ditentukan oleh senioritas atau jejaring semata.
Pesan itu dibawa Haris Sumirat (Hasrat). Wakil Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor ini menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua periode mendatang.
Berasal dari Cigudeg, wilayah barat Kabupaten Bogor, ia mengusung semangat “Hasrat Membangkit: Dari Barat for Pemuda Kabupaten Bogor Lebih Istimewa dan Gemilang.” Pemuda barat, katanya, tidak boleh hanya jadi penonton.
Pada Rabu (14/10/2026), Hasrat menilai semangat kepemimpinan Wahyudi Chaniago — Speed, Smart, Solid — perlu diterjemahkan menjadi gerakan nyata.
“Pemuda dari wilayah barat juga harus berani tampil, mengambil peran, dan menduduki posisi strategis,” ujarnya.
Ia sadar tidak ditopang kekuatan senioritas. Justru di situ letak ujian: membangun kepercayaan, merangkul OKP, dan menawarkan agenda yang menjawab kebutuhan pemuda secara luas.
“Kita akan berjuang. Jangan sampai gerakan kepemudaan hanya berhenti pada kegiatan seremonial,” tegasnya.
Pertanyaan mendasar pun terbuka: sejauh mana KNPI memberi ruang kompetisi yang adil? Apakah regenerasi berbasis kapasitas dan integritas, atau masih dikendalikan kelompok dan jejaring?
Bagi Hasrat, KNPI harus jadi ruang gagasan, bukan alat kepentingan pihak lain.
“Pemuda harus bisa bersinar dan gemilang tanpa terkukung senioritas. Jangan sampai generasi muda hanya dijadikan bidak catur politik. Pemuda harus berani tampil dan membuktikan kapasitasnya,” ujarnya.
Keberanian ini harus dibuktikan dengan komitmen: membangun organisasi yang inklusif dan transparan. Semangat “dari Barat” harus menjangkau seluruh pemuda Kabupaten Bogor, bukan sekadar identitas kampanye.
Karena regenerasi sejati bukan soal pergantian figur. Ia adalah perubahan: dari seremoni ke pemberdayaan, dari dominasi ke kolaborasi, dari janji ke kerja nyata. Kini, publik menunggu pembuktiannya.
















