TANGERANG, BRN — Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Manajemen Pendidikan Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMP Al-Fasanah, Cisauk, Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini mengangkat tema “Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Melalui Pelatihan Baris-Berbaris dan Kewirausahaan”.
Kegiatan yang digelar oleh Angkatan 6 Kelas 01MPDE002 Kelompok 1 ini bertujuan mendukung pembentukan karakter siswa, sekaligus mengembangkan kreativitas dan keterampilan kewirausahaan sejak dini.
Pendidikan tidak hanya soal pencapaian akademik, tetapi juga membentuk karakter yang kuat, bertanggung jawab, dan mandiri. Oleh karena itu, pembelajaran perlu didukung praktik nyata yang membiasakan siswa menghayati nilai positif. Salah satunya melalui latihan baris-berbaris.

Pelatihan ini menjadi sarana menanamkan kedisiplinan, ketertiban, dan semangat bekerja sama. Melalui latihan mengikuti aba-aba, menjaga ketepatan gerakan, serta membangun kekompakan, siswa diajak memahami pentingnya menaati aturan dan menjalankan tanggung jawab. Nilai-nilai ini diharapkan terbawa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Kedisiplinan menjadi dasar dalam melaksanakan segala sesuatu secara tertib dan bertanggung jawab.”
Selain pembentukan karakter, mahasiswa juga memperkenalkan kewirausahaan lewat praktik pembuatan tanda pengenal (name tag). Siswa dibimbing merancang desain menggunakan aplikasi Adobe Photoshop, lalu mempraktikkan pembuatannya dari bahan akrilik dan kertas PVC. Proses perakitan menggunakan alat seperti peniti, lem tembak, gunting, dan cutter dengan pengawasan ketat.
Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung: dari sebuah ide menjadi produk yang bernilai guna. Langkah demi langkah—dari desain hingga perakitan—melatih ketelitian, kreativitas, dan rasa tanggung jawab. Mahasiswa juga menekankan bahwa jiwa kewirausahaan bukan sekadar jual beli, melainkan kemampuan mengenali kebutuhan, menghasilkan gagasan, dan mengolah sumber daya menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Perpaduan kedua kegiatan ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter dapat berjalan beriringan dengan pengembangan keterampilan. Disiplin menjadi pondasi, sedangkan kewirausahaan membuka ruang berkreasi dan berinisiatif.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi wujud penerapan teori yang dipelajari di kelas ke dalam praktik nyata di lapangan. Konsep pembentukan karakter tidak lagi sekadar konsep, tetapi terwujud dalam pembiasaan disiplin dan kerja sama. Demikian pula pengembangan keterampilan, yang diwujudkan lewat keterampilan digital hingga pembuatan produk.
Mahasiswa berharap, penanaman kedisiplinan dan jiwa kewirausahaan ini menjadi bekal berharga bagi siswa SMP Al-Fasanah—agar mereka tumbuh menjadi generasi yang bertanggung jawab, kreatif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Erwin/BRN)
















