JASINGA, BRN – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan di Jasinga menjadi sorotan pada tahun 2024, khususnya terkait alokasi anggaran untuk tahun berjalan. Acara yang dilangsungkan di Aula Kecamatan Jasinga pada Kamis (7/3/2024) menjadi panggung bagi para pemangku kepentingan untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan masyarakat.
Kepala Desa Jasinga, Badrudin Selamat, dalam kesempatan menyampaikan beberapa isu yang masih mengemuka. Salah satunya adalah masalah rumah tidak layak huni (RTLH), di mana Badrudin menegaskan pentingnya penambahan kuota RTLH untuk menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
“Kebutuhan RTLH sangat mendesak bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan, terutama bagi masyarakat yang tidak mampu,” ungkapnya.
Absennya Anggota DPRD Kabupaten Bogor dalam acara Musrenbang menimbulkan kekecewaan dan meninggalkan ruang partisipasi penting dalam pembahasan rencana pembangunan kecamatan.
Badrudin menyayangkan hal itu, terutama karena kebutuhan akan representasi kecamatan dalam lembaga legislatif kabupaten sangat penting untuk mengawal program-program pembangunan.
Tak hanya itu, permasalahan akses kesehatan juga menjadi pembahasan dalam Musrenbang ini. Masyarakat yang kurang mampu sulit untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai, baik di Puskesmas maupun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Badrudin menegaskan perlunya alokasi anggaran untuk Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), sehingga masyarakat tidak mampu dapat berobat secara gratis dan menikmati fasilitas yang ada tanpa terkendala oleh status dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“DTKS bukanlah patokan tunggal, karena tidak semua masyarakat miskin terdaftar di dalamnya,” tegasnya.
Dengan berbagai tantangan dan harapan yang terungkap dalam Musrenbang kali ini, diharapkan para pemangku kepentingan dapat bekerja sama dalam mengatasi permasalahan yang ada demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat kecamatan Jasinga.
(dt/ek)
















