PT Antam dan Aparat Tutup Lubang PETI di Pongkor, Kawasan TNGHS Dikembalikan Hijau

banner 120x600

BOGOR, BRN – Tim Operasi Gabungan bersama PT Antam Tbk menutup sejumlah lubang Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah IUP PT Antam Tbk dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Selasa (12/8/2025). Selain penutupan lubang, kegiatan juga dilengkapi dengan penanaman pohon dan pemasangan plang peringatan.

Operasi gabungan tersebut melibatkan Polsek Nanggung, Koramil, Polisi Hutan (Polhut), Detasemen Polisi Militer (Denpom), Pam Obvit Polda Jabar, Satpol PP, Linmas antar desa di Kecamatan Nanggung, serta Security Internal PT Antam.

Kegiatan hari pertama difokuskan di tiga titik, yakni Blok Ampar, Blower, dan Blok Kopi, yang berada di wilayah IUP PT Antam Tbk dan TNHGS. Tim dibagi menjadi tiga kelompok untuk mempercepat proses penertiban.

Koordinator Keamanan (Korkam) PT Antam, Alfred, mengatakan bahwa beberapa lubang tambang ilegal ditemukan di lokasi operasi.

“Lubang-lubang PETI tersebut langsung kami tutup bersama tim operasi gabungan. Setelah itu, dilakukan penanaman pohon dan pemasangan plang peringatan agar tidak ada lagi aktivitas tambang ilegal di wilayah ini,” ujarnya.

Sementara itu, Manager PT Antam Tbk, M. Jafar Nurhakim, menegaskan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan penertiban tersebut.

“Kami mendukung baik secara moril maupun materil. Peralatan yang dibutuhkan di lapangan kami siapkan. Pelaksanaan dipimpin oleh Kapolsek, dan kami siap membantu selama tiga hari kegiatan ini berlangsung,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berhenti pada penutupan lubang. Edukasi kepada masyarakat akan terus dilakukan untuk mencegah kembali maraknya penambangan ilegal.

“PETI sangat berbahaya, baik bagi pelaku, lingkungan, maupun negara. Selain merusak alam, kegiatan ini juga melanggar hukum,” tegasnya.

Operasi gabungan ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan TNGHS, sekaligus menekan aktivitas penambangan emas ilegal di wilayah Bogor.

Jurnalis: Denny Jenott

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *