LEBAK, BOGORREADNEWD.com — Tradisi Seren Taun kembali digelar masyarakat Kasepuhan Guradog, Kecamatan Curug Bitung, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (16/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum masyarakat untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen sekaligus menjaga keberlangsungan adat dan budaya yang diwariskan leluhur.
Seren Taun tahun ini mengusung tema “Ngawang Kahuripan Incu Putu Menuju Makmur Sejahtera”. Selain menjadi bagian dari tradisi masyarakat adat, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan dan persatuan warga Kasepuhan Guradog.
Pemangku Adat Kasepuhan Guradog, Abah H. Rahmat, mengatakan Seren Taun telah menjadi tradisi yang dijalankan masyarakat secara turun-temurun selama ratusan tahun.
“Tradisi Seren Taun sudah dilakukan ratusan tahun, turun-temurun dari nenek moyang. Makna dari Seren Taun ini bentuk syukur kami pascapanen,” kata Abah H. Rahmat.
Menurut dia, keberadaan Seren Taun tidak hanya berkaitan dengan perayaan setelah masa panen. Tradisi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan adat dan nilai-nilai yang diwariskan para leluhur kepada generasi penerus.
Abah H. Rahmat berharap generasi muda ikut mengambil peran dalam menjaga keberadaan adat Kasepuhan Guradog agar tetap hidup dan tidak tergerus perkembangan zaman.
“Mudah-mudahan ke depan, terutama generasi muda, melestarikan adat yang dititipkan oleh leluhur,” ujarnya.
Seren Taun pada dasarnya merupakan tradisi syukuran masyarakat atas hasil pertanian yang telah diperoleh. Tradisi ini juga diisi dengan doa bersama sebagai ungkapan harapan agar kehidupan masyarakat ke depan diberikan kesuburan, keselamatan, dan kesejahteraan.

Di Kasepuhan Guradog, rangkaian kegiatan turut dimeriahkan dengan pagelaran seni wayang golek. Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kesenian tradisional dalam rangkaian perayaan adat sekaligus menyampaikan nilai filosofis dan pesan moral kepada masyarakat.
Pagelaran wayang golek dipandu oleh Dalang Wishnu Sunarya dengan lakon Putu Giriharja. Pertunjukan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi media penyampaian pesan kearifan lokal yang masih relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Antusiasme warga terhadap pagelaran seni tradisional tersebut menunjukkan bahwa kesenian lokal masih memiliki ruang di tengah masyarakat. Wayang golek menjadi salah satu sarana yang mempertemukan berbagai kalangan dalam suasana kebersamaan.
Pelaksanaan Seren Taun Kasepuhan Guradog juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak, termasuk Bayah Dome dan berbagai instansi terkait. Dukungan tersebut menjadi bagian dari keterlibatan bersama dalam menjaga keberlangsungan kebudayaan masyarakat adat sekaligus mendukung kegiatan sosial dan kemasyarakatan di wilayah pedesaan.
Bagi masyarakat Kasepuhan Guradog, Seren Taun bukan sekadar agenda tahunan. Tradisi tersebut menjadi bagian dari identitas masyarakat, sekaligus sarana untuk menjaga hubungan antargenerasi melalui adat, seni, dan nilai-nilai kebersamaan.
Melalui tema “Ngawang Kahuripan Incu Putu Menuju Makmur Sejahtera”, perayaan Seren Taun tahun ini diharapkan menjadi momentum untuk terus merawat warisan leluhur sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat Kasepuhan Guradog dalam menjalani kehidupan di masa mendatang. (dt/ek).
















