BOGOR, BRN — Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi turun langsung menemui massa demonstran yang memadati Kantor Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Senin (12/1/2026). Aksi unjuk rasa tersebut diikuti sekitar 1.000 warga dari Kecamatan Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang.
Massa menyampaikan aspirasi serta keresahan atas dampak penutupan aktivitas pertambangan yang dinilai telah memukul kondisi ekonomi masyarakat di wilayah Bogor bagian barat.
Di hadapan warga, Rudy Susmanto menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor menerima dan menindaklanjuti seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat. Ia memastikan pemerintah daerah telah berkoordinasi secara intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait persoalan operasional pertambangan.
“Kami menerima aspirasi masyarakat dari Kecamatan Cigudeg, Parungpanjang, dan Rumpin yang disampaikan di Kecamatan Cigudeg. Pemerintah Kabupaten Bogor bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memfasilitasi komunikasi tersebut,” kata Rudy.
Rudy menyebutkan, komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, termasuk Gubernur Jawa Barat, telah berlangsung aktif dalam beberapa bulan terakhir. Respons dari pemerintah provinsi, menurut dia, cukup positif.
Salah satu tuntutan utama warga, lanjut Rudy, adalah realisasi pembangunan jalan khusus angkutan tambang. Pemerintah Kabupaten Bogor telah mengalokasikan anggaran pembebasan lahan jalan khusus tersebut dalam APBD Tahun Anggaran 2026.

“Pembebasan lahan jalan khusus angkutan tambang sudah dianggarkan dalam APBD 2026. Mudah-mudahan setelah proses persiapan administrasi selesai, pembayaran pembebasan lahan dapat segera dilakukan,” ujarnya.
Selain itu, Rudy juga mengungkapkan adanya bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat bagi masyarakat terdampak. Awalnya, bantuan tersebut dialokasikan untuk sekitar 6.000 warga. Namun, seiring adanya tambahan data dari beberapa desa dan kecamatan, jumlah penerima meningkat menjadi sekitar 15.000 warga.
“Pak Gubernur menghendaki agar pembagian bantuan sosial tidak terkesan pilih-pilih. Karena itu, bantuan akan dibagikan secara bersamaan kepada sekitar 15.000 warga,” kata Rudy.
Ia menambahkan, penyaluran bantuan sosial tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada pekan depan, paling cepat Rabu atau paling lambat Kamis.
Rudy memastikan, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Wakil Bupati, Dandim, dan Kapolres Bogor, akan mengawal langsung proses penyaluran bantuan dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
“Kami mendukung dan mengawal apa yang menjadi aspirasi masyarakat di wilayah Bogor bagian barat,” pungkasnya.
(EK/BRN)
















