BOGOR, BRN – Kepolisian Sektor (Polsek) Nanggung mengungkapkan hingga saat ini baru tiga korban yang berhasil dievakuasi dari lokasi insiden kepulan asap misterius di area tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) UBPE Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
Kapolsek Nanggung, Ucup Supriatna, mengatakan evakuasi dilakukan secara kolaboratif bersama tim dari PT Antam sejak Selasa dini hari hingga saat ini. Namun, proses evakuasi masih terkendala kondisi lapangan yang dinilai berbahaya.
“Dari laporan pihak Antam, kami sudah mengevakuasi tiga korban. Dua di antaranya warga Desa Bantar Karet wilayah Kecamatan Sukajaya, dan satu korban ditemukan tadi malam,” ujar Ucup saat diwawancarai, Senin, 19 Januari 2026.
Menurut Ucup, dua korban pertama dievakuasi pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 hingga 04.00 WIB, sementara satu korban lainnya ditemukan pada Sabtu malam pukul 20.00 WIB bersama tim Joint Rescue (JR) Antam.
Untuk mempercepat pendataan korban, Polsek Nanggung telah membentuk posko siaga terpadu di Mako Polsek Nanggung. Posko ini melibatkan tiga wilayah hukum kepolisian: Polsek Nanggung, Polsek Leuwiliang, dan Polsek Cigudeg.
Langkah ini diambil agar warga dari tiga kecamatan sekitar tambang dapat melaporkan anggota keluarga yang diduga hilang akibat insiden.
“Kami membuka ruang gerak dan informasi. Tapi sampai hari ini, belum ada satu pun warga dari 11 desa di Kecamatan Nanggung yang melapor kehilangan keluarga,” kata Ucup.
Ia menilai, beredarnya informasi di masyarakat tentang banyaknya korban jiwa masih belum terkonfirmasi secara resmi.
“Di lapangan banyak isu. Tapi kami hanya bisa memastikan berdasarkan data yang kami dapat. Sementara ini baru tiga korban yang berhasil ditemukan,” ujarnya.
Ucup menjelaskan, hingga kini aparat kepolisian belum dapat menjangkau pusat lokasi kepulan asap atau dugaan titik kebakaran di area tambang bawah tanah Antam. Hal ini disebabkan kondisi lingkungan yang masih dianggap di ambang batas keselamatan.
“Kami belum bisa tembus ke dalam. Akses menuju titik asap tertutup dan berisiko tinggi. Kami menunggu langkah dari tim Antam untuk membuka jalur evakuasi,” katanya.
Ia menyebut, pihak Antam telah melakukan upaya pembongkaran atau penjebolan bangunan akses yang sebelumnya digunakan untuk operasi tambang. Namun, kepolisian belum bisa memastikan apakah masih ada korban tertimbun di dalam.
Selain tiga korban yang telah dievakuasi, Polsek Nanggung juga memperoleh informasi adanya dua warga Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, yang diduga masih berada di dalam area tambang.
Namun, informasi tersebut belum dapat diverifikasi karena tim kepolisian belum dapat menjangkau lokasi kejadian.
“Kami dapat laporan dari warga, ada dua orang dari Desa Malasari yang belum kembali. Tapi kami belum bisa pastikan apakah mereka korban atau tidak,” kata Ucup.
Untuk sementara, kepolisian lebih mengutamakan himbauan kepada masyarakat agar tidak mendekati lokasi tambang. Sebanyak 11 Bhabinkamtibmas dikerahkan ke desa-desa sekitar untuk memberikan sosialisasi dan menerima laporan warga.
“Kami minta masyarakat yang merasa kehilangan keluarganya segera melapor. Jangan sampai informasi simpang siur memperkeruh situasi,” ujarnya.
Insiden asap misterius di kawasan tambang Antam Pongkor ini memicu kekhawatiran publik. Warga mendesak PT Antam untuk lebih transparan dalam memberikan informasi resmi, terutama terkait jumlah korban dan penyebab kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Antam belum memberikan keterangan detail mengenai sumber asap, potensi korban tambahan, maupun langkah lanjutan evakuasi. (Gus)
















