Antam dan Pemdes Kalong Liud Gelar Panen Raya 7.000 Pohon Cabai Merah di Bogor

banner 120x600

Bogor (BRN) – Sebanyak 7.000 pohon cabai merah di lahan seluas 2,5 hektare berhasil dipanen serentak dalam kegiatan Panen Raya Cabai Merah di Desa Kalong Liud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (27/10). Kegiatan tersebut merupakan puncak dari program ketahanan pangan hasil kolaborasi antara Pemerintah Desa Kalong Liud dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) Unit Bisnis Penambangan Emas (UBPE) Pongkor.

Acara panen raya dihadiri Direktur Utama PT Antam Tbk Achmad Ardianto, General Manager UBPE Pongkor Nilus Rahmat, unsur Muspika Kecamatan Nanggung, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), para kepala desa se-Kecamatan Nanggung, kelompok tani, serta masyarakat setempat.

Kepala Desa Kalong Liud sekaligus Ketua APDESI Kecamatan Nanggung, Jani Nurjaman, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari amanat peraturan pemerintah terkait penggunaan dana desa untuk ketahanan pangan.

“Kami mengalokasikan dana desa sebesar Rp294 juta untuk program ketahanan pangan dan hewani. Selain cabai, kami juga mengembangkan budidaya domba, ikan, dan ayam kampung,” ujar Jani.

Ia menambahkan, program tersebut telah berjalan selama tiga tahun dengan pendampingan dari PT Antam melalui Yayasan Cibuluh.

“Dengan keterbatasan SDM, kami berharap pendampingan dari Antam dapat terus berlanjut agar program ini berkelanjutan dan kesejahteraan petani meningkat,” kata dia

Sementara itu, GM PT Antam UBPE Pongkor Nilus Rahmat menilai program ini sebagai bentuk kolaborasi multipihak yang sinergis antara pemerintah desa, lembaga penyuluhan, perusahaan, dan masyarakat.

“Kami juga melibatkan akademisi dari universitas agar program berjalan baik dan sesuai prinsip ramah lingkungan,” kata Nilus.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan pertanian.

“Desa adalah tulang punggung kota. Melalui program seperti ini, kami ingin mendorong kaum muda dan wanita tani untuk aktif dan mandiri,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Antam Tbk Achmad Ardianto menjelaskan bahwa program yang diberi nama “Garitan” (Gerakan Ramah Lingkungan Menuju Ketahanan Pangan) merupakan wujud nyata nilai keberlanjutan perusahaan.

“Program Garitan Kalong Liud adalah bagian dari komitmen Antam untuk memberdayakan masyarakat berbasis potensi lokal. Ini bentuk dukungan nyata BUMN terhadap kedaulatan pangan di tingkat akar rumput,” tegas Ardianto.

Ia menuturkan, melalui Garitan, Antam tidak hanya menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga menumbuhkan ekosistem sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Garitan bukan sekadar program, melainkan gerakan hidup yang menumbuhkan harapan. Keberlanjutan bukan hanya menjaga alam, tetapi juga menjaga kehidupan dan masa depan,” pungkasnya.

(dt/ek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *