Panen Raya Cabai di Kalong Liud, Antam Tbk dan Pemdes Dorong Ketahanan Pangan Desa

banner 120x600

Bogor (BRN) – Pemerintah Desa Kalong Liud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, bersama PT Antam Tbk Unit Bisnis Pongkor menggelar panen raya komoditas cabai merah besar sebagai bagian dari program ketahanan pangan. Acara seremonial tersebut berlangsung di Café Walet, Senin (27/10/2025).

Kepala Desa Kalong Liud, Jani Nurjaman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya kelompok tani dan para petani setempat yang telah berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan program ketahanan pangan desa.

“Atas nama pemerintah Desa Kalong Liud, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh komponen pertanian, para pengurus kelompok tani, dan petani yang telah bersama-sama melaksanakan program ketahanan pangan. Program ini merupakan amanat dari Peraturan Presiden Nomor 104 dan Permendes Nomor 2 Tahun 2024,” kata Jani dalam keterangannya.

Ia menambahkan, program ketahanan pangan menjadi bagian dari prioritas nasional dan termasuk dalam program Nawacita Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, pemerintah desa berkomitmen menjalankan program tersebut dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk sektor swasta.

“Alhamdulillah, berkat dukungan dari semua pihak, khususnya PT Antam Tbk UBK Pongkor, kami dapat melaksanakan panen raya cabai merah besar di lahan seluas 2,5 hektare dengan jumlah sekitar 11.000 pohon,” ujarnya.

Menurut Jani, total lahan yang terserap dalam program ketahanan pangan tahun 2025 di Desa Kalong Liud mencapai 62 hektare. Dari luas tersebut, terdapat empat kelompok tani yang mengelola berbagai komoditas, mulai dari padi sebagai sumber karbohidrat hingga hortikultura seperti sayuran dan cabai merah besar yang kini dipanen.

Panen raya tersebut menjadi momentum penting bagi desa dalam memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Utama PT Antam Tbk, unsur Forkopimcam Nanggung, Kepala Seksi Ekonomi Kecamatan Nanggung, serta sejumlah stakeholder yang mendukung program pengembangan pertanian berkelanjutan di wilayah tersebut.

(dt/ek)

Editor: Daus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *