BOGOR|BRN — Kepala Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Mauludin, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan sebelumnya mengenai alokasi Dana Desa (DD) tahun 2025 yang disebut digunakan untuk penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebesar Rp138.857.520.
Dalam pernyataannya kepada wartawan di ruang kerjanya pada Senin (10/11), Mauludin menjelaskan bahwa dana tersebut bukan merupakan penyertaan modal murni, melainkan bagian dari program ketahanan pangan yang bersumber dari Dana Desa sebesar 20 persen.
“Penyertaan modal yang dilakukan kepada BUMDes tahun 2025 ini bukan penyertaan murni, tetapi untuk program ketahanan pangan sebesar 20 persen dari Dana Desa yang kami miliki,” ujar Mauludin.
Menurutnya, program tersebut telah melalui proses musyawarah bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan masyarakat, yang dipimpin langsung oleh BPD sebelum anggaran direalisasikan. Ia menegaskan, BUMDes juga diwajibkan menyusun proposal bisnis dan menekankan aspek manfaat serta keuntungan ekonomi bagi warga.
“BUMDes harus punya keuntungan, tapi juga bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan yang berjalan sekarang bergerak di bidang hortikultura, terutama penanaman cabai di pekarangan rumah atau lahan perkebunan warga,” jelasnya.
Mauludin menambahkan, pola kerja sama yang diterapkan bersifat sirkular dan berkelanjutan. BUMDes memberikan modal kepada warga untuk menanam cabai, kemudian membeli kembali hasil panennya. Dengan begitu, warga memperoleh keuntungan ganda dari hasil panen dan dari kemitraan dengan BUMDes.

“Ketika cabai panen, hasilnya dibeli lagi oleh BUMDes. Jadi masyarakat selain menjual hasil panen ke BUMDes, juga bisa menikmati sebagian hasilnya sendiri,” ujarnya.
Selain cabai, warga juga dapat beralih ke tanaman hortikultura lain seperti timun, terong, atau jagung, tergantung kondisi dan kemampuan petani. Program ini, kata Mauludin, masih akan terus berlanjut sebagai bentuk ketahanan pangan di sektor nabati.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa data yang beredar sebelumnya belum sepenuhnya lengkap. Dana sebesar Rp138 juta tersebut merupakan tahap pertama dari total alokasi Dana Desa sekitar Rp200 juta lebih untuk program ketahanan pangan.
“Terkait pemberitaan kemarin, datanya belum lengkap. Itu baru tahap satu dan belum mencapai 20 persen dari Dana Desa. Nilai pastinya tinggal dikalikan saja dengan porsi 20 persen,” kata Mauludin.
Ia juga menegaskan bahwa penyertaan modal murni untuk BUMDes belum dilakukan tahun ini, karena program yang berjalan masih berfokus pada ketahanan pangan.
“Untuk penyertaan modal murni tahun ini belum ada. Yang sedang berjalan adalah program ketahanan pangan,” ucapnya menegaskan.
Dengan demikian, Mauludin berharap masyarakat memahami konteks penggunaan dana tersebut dan tidak salah menafsirkan sebagai penyertaan modal BUMDes secara penuh.
(DS/EK)
Sumber: Wawancara langsung dengan Kepala Desa Parakanmuncang














