JASINGA, BOGORREADNEWS.com – Pemerintah Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, turut memberikan perhatian terhadap upaya pelestarian sejarah dan budaya masyarakat melalui kegiatan Mapag Tali Paranti Ngumbah Pusaka Kabuyutan Cicanggong di Bale Leutik Kabuyutan Cicanggong, Desa Koleang, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan yang digelar BARASINGA (Badan Aspirasi Masyarakat Seni Budaya Jasinga) bersama Desa Wisata Koleang tersebut menjadi momentum untuk kembali menghidupkan tradisi sekaligus menggali sejarah budaya yang berkembang di wilayah Jasinga.
Sekretaris Camat Jasinga, Sugiyanto, S.Sos., M.A.P., hadir dalam kegiatan tersebut mewakili Pemerintah Kecamatan Jasinga.
Kehadiran Pemerintah Kecamatan Jasinga menunjukkan perhatian terhadap upaya masyarakat dalam menjaga warisan budaya dan sejarah lokal agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
Salah satu jejak sejarah yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut berkaitan dengan Aki Gede Jasinga Ratu Bagus Wira Wijaya.
Berdasarkan catatan dan tuturan sejarah yang berkembang di lingkungan Kasepuhan Adat Pancer Mandiri Jasinga, tradisi Ngumbah Pusaka di Bale Leutik disebut terakhir kali disaksikan oleh Aki Gede Jasinga Ratu Bagus Wira Wijaya pada 14 Rabiul Awal (Mulud) 1358 Hijriah.
Tanggal tersebut disebut bertepatan dengan tahun 1939 Masehi, pada zaman Ki Buyut Manan.
Bagi Pemerintah Kecamatan Jasinga, keberadaan tradisi dan sejarah lokal seperti Ngumbah Pusaka Kabuyutan Cicanggong menjadi bagian penting dari kekayaan budaya daerah yang perlu dijaga bersama.
Pelestarian tersebut tidak hanya dilakukan dengan menggelar kembali tradisi, tetapi juga melalui dokumentasi dan kajian sejarah agar informasi mengenai Kabuyutan Cicanggong dan tokoh-tokoh yang berkaitan dengannya dapat diwariskan kepada generasi muda.
Dalam kegiatan tersebut juga hadir Plt. Kepala Bidang Pelestarian Objek Pemajuan Kebudayaan (POPK) Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor Andi Yuslin Rosandhi, S.E., M.M., serta Tim Ahli Cagar Budaya Hendra M. Astari dan Ilham Nurwansah, M.Pd.
Keterlibatan pemerintah, tim ahli, komunitas budaya, dan masyarakat menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat pelestarian warisan budaya Jasinga.
Catatan mengenai tahun 1939 dan sosok Aki Gede Jasinga Ratu Bagus Wira Wijaya merupakan bagian dari catatan dan tuturan sejarah yang berkembang di lingkungan Kasepuhan Adat Pancer Mandiri Jasinga. Informasi tersebut masih perlu dikaji dan didokumentasikan lebih mendalam.
Melalui kegiatan Ngumbah Pusaka Kabuyutan Cicanggong, Pemerintah Kecamatan Jasinga bersama masyarakat diharapkan dapat terus mendorong pelestarian sejarah dan budaya lokal sebagai bagian dari identitas Jasinga.
Ngamumulé adat, ngajaga warisan karuhun, sarta ngabeungkeutkeun tali budaya pikeun generasi nu bakal datang. (dt/BRN).
















