Berita  

PT Antam Bersama TNI-Polri Gelar Patroli Gabungan di Pongkor, PETI Jadi Sasaran Penertiban

banner 120x600

BOGOR, BRN – PT Antam UBPE Pongkor bersama TNI, Polri dan sejumlah instansi terkait menggelar patroli gabungan untuk menertibkan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Antam Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Rabu (15/7/2026).

Patroli gabungan tersebut menjadi bagian dari upaya pengamanan kawasan pertambangan sekaligus penegakan hukum terhadap aktivitas penambangan ilegal yang dinilai berpotensi merusak lingkungan, membahayakan keselamatan masyarakat, serta mengganggu keamanan kawasan tambang.

Kapolsek Nanggung AKP Ano Junaedi menegaskan bahwa patroli yang dilakukan tidak hanya bersifat seremonial, melainkan merupakan langkah nyata dalam penertiban aktivitas PETI.

“Hari ini kita bergerak dengan tindakan yang jelas, sasaran tegas, dan penegasan nyata,” ujarnya dalam sambutan.

Sementara itu, perwakilan PT Antam UBPE Pongkor, Agustinus Toko Susentio atau yang akrab disapa Koko, mengatakan operasi tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Polri, TNI, Denpom, Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Satpol PP, Linmas, hingga aparat kecamatan.

“Kami mengamankan keselamatan dan keamanan dari ancaman PETI yang melanggar aturan. Operasi ini diharapkan memberi efek nyata,” tegasnya.

Dalam patroli tersebut, petugas menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi aktivitas PETI, yakni di kawasan Gunung Cibutak, Pasir Jawa, dan Cibendel (Muara Kapur).

Sejumlah personel membawa berbagai peralatan, seperti linggis, cangkul, palu, dan garpu, untuk melakukan tindakan penertiban terhadap lokasi-lokasi yang diduga digunakan para penambang ilegal.

Selain itu, petugas juga menemukan banyak sampah yang diduga ditinggalkan para pelaku PETI, di antaranya plastik bekas, botol air minum, serta ribuan karung bekas yang diduga digunakan dalam aktivitas penambangan.

Di lokasi yang sama, petugas juga mencermati kondisi aliran sungai yang mengarah ke Sungai Cikaniki. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, aliran tersebut diduga berasal dari hulu kawasan yang menjadi lokasi aktivitas PETI sehingga menjadi salah satu perhatian dalam patroli gabungan tersebut.

Patroli gabungan ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku penambangan ilegal sekaligus memperkuat pengawasan di kawasan IUP PT Antam Pongkor. Selain melanggar ketentuan perundang-undangan, aktivitas PETI juga dinilai berisiko menimbulkan kerusakan lingkungan serta membahayakan keselamatan para penambang maupun masyarakat di sekitar kawasan tambang.***

Editor: Daus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *