Berita  

Gerakan 1 Juta Lubang Biopori Dimulai di Desa Koleang, Dukung Bogor Istimewa-Gemilang

Warga dan jajaran pejabat Kecamatan Jasinga berkumpul dalam peluncuran Gerakan Penanaman 1 Juta Lubang Biopori di halaman Kantor Desa Koleang, Jasinga, Kabupaten Bogor, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini bertujuan mengatasi krisis air dan sampah organik sekaligus mendukung program Bogor Istimewa-Gemilang. Foto: istimewa
banner 120x600

JASINGA, BOGORREADNEWS.com — Pemerintah Desa Koleang, Kecamatan Jasinga, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Jasinga meluncurkan gerakan Penanaman 1 Juta Lubang Biopori. Kegiatan ini sekaligus mendukung program Kabupaten Bogor Istimewa – Gemilang, serta upaya penanganan krisis air dan sampah organik di wilayah tersebut, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Koleang dihadiri langsung Camat Jasinga, Kapolsek Jasinga, Danramil Jasinga, Kepala Desa Koleang beserta perangkat desa, Ketua BPD, LPM, jajaran Ketua RT/RW, kader PKK, kader Posyandu, KRL Karundang, Karang Taruna, Babinsa, Bhabinkamtibmas, para siswa, dan masyarakat setempat.

Camat Jasinga menyebut gerakan ini sebagai langkah konkret menjaga kelestarian lingkungan. Lubang biopori berfungsi ganda: sebagai resapan air guna mencegah banjir sekaligus media pengomposan sampah organik rumah tangga.

“Dengan satu lubang biopori, kita sudah berkontribusi menyelamatkan air tanah dan mengolah sampah dari rumah. Jika gerakan ini dilakukan serentak oleh seluruh desa, maka Jasinga akan menjadi kecamatan yang tangguh terhadap bencana banjir dan krisis air,” ujar Camat Jasinga.

Sementara itu, Kepala Desa Koleang menegaskan pihaknya mendukung penuh program ini. Targetnya, setiap rumah warga di desanya mampu membuat minimal dua hingga tiga lubang biopori di halaman masing-masing.

“Kami sudah instruksikan kepada seluruh RT/RW untuk menggerakkan warganya. Biopori ini, mudah, dan manfaatnya sangat besar untuk desa kita. Ini juga bagian dari mewujudkan Desa Koleang yang Asri, bagian dari program Indonesia Asri,” ungkap Kepala Desa Koleang.

Dalam kesempatan itu, Forkopimcam bersama Pemdes Koleang juga melakukan pembuatan lubang biopori secara simbolis di tiga lokasi: halaman Kantor Desa Koleang, area persawahan, dan pemukiman warga Kampung Karundang.

Antusiasme warga terlihat sangat tinggi. Mereka berharap keberadaan lubang biopori ini dapat mengatasi masalah genangan air saat musim hujan serta kekeringan yang kerap melanda saat musim kemarau. (dt/BRN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *