Berita  

Sekdes Jugalajaya Bantah Dugaan Pemotongan Dana P3-TGAI, Isu Libatkan Oknum yang Mengaku Perantara Aspirasi Marlin Maisyarah

banner 120x600

BOGOR, BRN – Sekretaris Desa Jugalajaya, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Nana, membantah beredarnya isu dugaan pemotongan anggaran Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di wilayahnya. Ia menegaskan seluruh dana program yang diterima kelompok tani disalurkan secara utuh tanpa adanya pemotongan.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul informasi yang berkembang di masyarakat terkait dugaan pemotongan anggaran P3-TGAI pada tiga kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), yakni Tani Sipugur, Tani Cikadagang, dan Tani Sawah Lega. Dalam isu yang beredar, pemotongan disebut dilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai perantara dari aspirasi Marlin Maisyarah, Anggota DPR RI Komisi V Fraksi Partai Gerindra Daerah Pemilihan Jawa Barat V Kabupaten Bogor.

Masing-masing kelompok diketahui memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp195 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 melalui Kementerian Pekerjaan Umum.

Pelaksanaan program tersebut berada di bawah pengawasan Tim Pendamping Masyarakat (TPM), Konsultan Manajemen Balai, serta Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3).

“Saya tegaskan, khususnya di Desa Jugalajaya, tidak ada pemotongan anggaran sama sekali. Isu bahwa dana dipotong puluhan juta rupiah itu tidak benar dan kami bantah dengan tegas,” kata Nana saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (11/7/2026).

Menurut Nana, dana yang telah dicairkan diserahkan sepenuhnya kepada pengurus P3A untuk dikelola sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disetujui. Ia memastikan tidak ada kesepakatan maupun praktik pemotongan anggaran dalam pelaksanaan program tersebut.

“Kami tidak pernah membuat kesepakatan apa pun terkait pemotongan dana. Seluruh proses berjalan sesuai aturan Kementerian Pekerjaan Umum dan mengedepankan prinsip transparansi. Dana negara harus diterima utuh oleh kelompok tani untuk pembangunan jaringan irigasi,” ujarnya.

Saat ini, pekerjaan pembangunan irigasi masih berlangsung dan dilaksanakan secara swakelola oleh masing-masing kelompok tani. Program P3-TGAI bertujuan meningkatkan kualitas jaringan irigasi tersier guna mendukung produktivitas sektor pertanian di Desa Jugalajaya.

Nana juga menyatakan pemerintah desa siap membuka dokumen administrasi, bukti pencairan anggaran, hingga laporan perkembangan pekerjaan apabila dibutuhkan oleh masyarakat maupun aparat pengawas.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Jika ingin memastikan, masyarakat dapat langsung datang ke kantor desa atau menghubungi pengurus P3A,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Marlin Maisyarah maupun oknum yang disebut dalam isu tersebut belum memberikan tanggapan resmi. Sementara itu, Pemerintah Desa menyatakan akan terus memantau dan melakukan verifikasi terhadap pelaksanaan Program P3-TGAI guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan serta menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran negara.

Program P3-TGAI sendiri merupakan salah satu program pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan layanan irigasi melalui pemberdayaan masyarakat, sehingga pelaksanaannya diharapkan berlangsung secara transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat langsung bagi para petani. (dt/ek).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *